|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Kamis, 20 November 2008 |
|
Temen saya, Titi Kamal, takut dimintai komentar soal Ryan oleh stasiun televisi. “Aduh nggak deh. Nanti kalau Ryan pas kebetulan nonton teve di tahanan gimana?” alasannya. Saya bisa terima alasan teman dari “Partai Makan Mie” itu. Bagi saya, yang kurang sedap seperti mie-nya Titi adalah cara sebagian besar kita menarik kesimpulan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Asam Garam Hetty Koes Endang... |
|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Kamis, 20 November 2008 |
|
Ya! Hetty Koes Endang…. Nama itu sudah lama tak mampir-mampir di hati khalayak. Tapi jujur saya akui, ia selalu di benak saya. Mungkin karena mirip Rudi Hartono di bulutangkis, atau Harvey Malaiholo di dunia serupa, Hetty sangat berkali-kali menjuarai festival menyanyi nasional. Tujuh kali sampai delapanan kalau tak keliru. Persis Rudi di All England. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Senin, 17 November 2008 |
|
Pontianak nyaris tak berdandan. Segalanya masih terdapat bagai sedia kala, setidaknya ketika terakhir saya ke sana sekitar 2 tahun lalu untuk pertunjukan teater-musik. Kalaupun ada hal baru itu Orchadz, hotel anyar di Jalan Gajah Mada. Di seberangnya, hampir setiap bangunan di situ membuka kedai kopi yang menjulur sampai jalanan. Cangkirnya setengahnya rata-rata cangkir kopi di Jawa. “Tapi orang di sini bisa ngobrol sampai berjam-jam hanya dengan gelas kecil itu,” kata seorang sopir taksi. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Lelaki, 'Lelaki', dan "Lelaki" |
|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Senin, 17 November 2008 |
|
Pekan lalu ketika syuting sebuah film seperti biasa saya bawa alat-alat musik dan buku-buku. Piranti ini sangat bermanfaat untuk mengisi waktu kosong di antara break syuting. Bilang misalnya pas nunggu pergantian adegan, penataan set dan lain-lain. Tentu selain kita bisa mengisinya dengan ngobrol dengan sesama pemain dan kru. Siang itu, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, saya sudah capek main violin, capek baca buku, capek pula ngobrol ma orang setelah pada break-break sebelumnya sudah saya lakukan itu. Saya juga sudah capek memandangi kolam renang serta para pohon di kawasan areal syuting itu. Saya tiduran sajalah. Eh, Kok ndilalah, di sebelah saya ada artis-artis yang sedang ngobrol. Ya, mau tidak mau saya nguping. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
"Klambi Mar Korup" (Panakawan 1) |
|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Selasa, 04 November 2008 |
|
Petruk: Kang Gareng, mbok mesem. Lihat dandananku sudah berubah. Dulu waktu musim seragam pesakitan Amerika sing abu-abu, anak-anak muda di Indonesia banyak yang pakai. Di jalan-jalan. Di mall. Nduk mana-mana. Sekarang ada trend anyar, baju untuk pesakitan Mar Korup Indonesia. Aku pakai. Sopo ngerti dadi ngetrend juga di kalangan kawula muda nantinya. Hehehe. O ya, ne’ ga’’ngerti Mar Korup, itu cara wong Jawa Timur njuluki tokoh. Dulu tokoh-tokoh ludruk pakai Mar semua kan? Markuat, Markaban, Markeso… |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Selasa, 04 November 2008 |
|
Tahun 2010 nanti tepat saya 20 tahun ikut-ikutan mengais rezeki di Jakarta. Sekarang artinya udah nyaris 20 tahun hidup di Jakarta. Cukup lama. Tapi orientasi saya tentang ibukota masih kacau. Saya tinggal di Jakarta Barat. Tapi pas mengurus paspor sebelum perkara paspor dibikin online seperti sekarang (artinya saat ini saya bisa urus paspor di imigrasi Mampang, Jakarta Selatan), saya pergi ke kantor imigrasi Jakarta Barat di dekat Stasiun Kota.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 11 dari 114 |