|
Ditulis Oleh ARAGOS
|
|
Senin, 08 Maret 2010 |
|
Diunggah oleh ARAGOS Sound track dari film terbaru Sujiwo Tejo "Bahwa Cinta Itu Ada"
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
EPISODE 29 Edan, Yudhistira pun Bisa Bohong |
|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Minggu, 07 Maret 2010 |
|
Diunggah oleh ARAGOS REMBUKAN ponokawan rampung sudah dan jelas. Kebijakan Prabu Yudhistira mereka nyatakan bermasalah. Mestinya dalam Bharatayuda pemimpin Pandawa itu blak-blakan. Bilang saja yang mati bukan Aswatama anak kinasih Pandita Durna. Yang menggelepar-gelepar terus matek hanyalah Gajah Hestitama. Dia bongko dikepruk gada Rujakpolo-nya Bima. Tapi Prabu Yudhistira bilang yang tewas Aswatama. Kontan panglima Kurawa itu lemes lantaran menyangka anak kesayangannya gugur. Gumrojok tanpo larapan ...dalam kelunglaian itu Thrustajumna mengendap-endap dari belakang. Ia penggal seketika kepala sang mahaguru... Thel...ubluk-ubluk-ubluk... ''Thel itu apa Pak Dalang?'' penonton bertanya. Leher Durna putus. ''Ubluk-ubluk...?'' Suara kepala Durna ngglundung di palagan Kurusetra... wis cangkemmu jangan tanya terus, Rek. Nanti ceritanya ndak rampung-rampung.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sri Mulyani, Bisma, dan Panakawan |
|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Rabu, 03 Maret 2010 |
|
DIUNGGAH OLEH ARAGOS Bagaimana menerawang Sri Mulyani Indrawati dari kacamata panakawan? Misalnya, melalui sudut pandang Gareng yang selalu kritis, tetapi tanpa vested interest apa pun, sejatinya Menteri Keuangan itu wujud nonfiksi tokoh fiksi Dewi Drupadi yang pernah dipermalukan di depan umum, tetapi ditegakan saja oleh Sang Bisma. Bisma adalah tokoh paling berkuasa di wilayah dan saat tragedi itu berlangsung. Sebaliknya, dengan sudut pandang Bagong yang tampak lugu tetapi berpikiran mendasar, kita tak perlu menghabiskan waktu buat bertanya-tanya. Mbak Ani belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Drupadi. Mbak Ani baru disebut-sebut na- manya dalam suatu skandal keuangan. Orang Semarang ini baru fotonya saja yang diberi taring mirip drakula atau diberi kacamata hitam sebelah mirip perompak. Aib yang disandang Drupadi jauh lebih besar dan nyata. Di depan Bisma yang diam mematung, putri Kerajaan Pancala ini sungguh-sungguh secara fisik dikoyak-moyak pakaiannya, dan ramai-ramai ditelanjangi di depan umum. Demikian kira-kira perbedaan sulung Gareng dan bungsu Bagong dalam menelaah Sri Mulyani atas dasar pakem wayang. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Film "Bahwa Cinta Itu Ada" di Bioskop mulai 4 Maret 2010 |
|
Ditulis Oleh SUJIWO TEJO
|
|
Kamis, 25 Pebruari 2010 |
|
Saya menyutradarai film layar lebar yang beredar di bioskop mulai 4 Maret 2010. Dateng ya. Saya ingin berbagi pengalaman cinta saya, melalui film berdurasi 90 menitan. Di dalamnya ada lagu Queen, We "Are The Champion" yang aransemennya digarap Viky Sianipar atas seizin manajemen Queen. Ada juga lagu Viky sendiri, "Sahabat". Dan lagu saya sendiri "Selamat Datang Cinta". Ini kisah persahabatan enam orang di suatu kampus di Bandung, Kampus Ganesha, sekaligus kisah cinta mereka terhadap satu-satunya perempuan dalam persahabatan itu, Ria (diperankan pendatang baru Mojang Ciamis Eva Asmarani). Di dalam musik tataan Viky, mari kita saksikan apakah Ria (mahasiswi elektro) akhirnya menikah dengan Slamet (mahasiswa Teknik Industri, diperankan Aryo Wahab), Benny (mahasiswa teknik Sipil, Rizki Hanggono), Fuad (mahasiswa geologi, diperankan Alex Abaad), Poltak (mahasiswa teknik Sipil, Restu Sinaga) atau Gun Gun (mahasiswa teknik mesin, Dennys Adiswara). Aktor dan aktris senior yang terlibat dalam film yang berlokasi shooting di ITB Bandung, Sawahlunto, Jakarta dan Padalarang ini antara lain Slamet Rahardjo, Niniek L Karim, Nurul Arifin, Ray Sahetapi dan Widyawati. Ini ungkapan cinta dari saya dari pengalaman jadi wartawan, melukis, mendalang dan menyanyi. Tapi agar ada jalan ceritanya, maka ungkapan saya dasarkan pada novel Dermawan Wibisono,Gading-Gading Ganesha, novel terbitan Mizan yang sudah naik cetakan entah ke berapa. Thanks untuk kedatangan kalian..dan untuk kesaksian kalian bahwa cinta itu ada... |
|
|