|
|
EPISODE 55 Surat Bagong ke Siti Nurhaliza |
|
Ditulis Oleh SUJIWO TEJO
|
|
Minggu, 05 September 2010 |
APA kabar Mak Cik Siti? Nderek nepangaken olo tanpo rupi, nama awak Bagong. Di daerah Banyumas orang menyebut saye Bawor. Orang Sunda manggilnya Cepot. Tak ape, tiga-tiganya tetep orang yang sama kok. Yaitu awak, orang yang sekarang sedang surat-suratan ke Mak Cik. Kabar Sampeyan baik-baik saja kan? Sudah lama lho sejak Mak Cik Siti menikah itu saye tak menyimak lagu Mak Cik. Judulnya Bukan Cinta Biasa. Kapan album baru terbit? O ya, sehari-hari awak bekerje sebagai ponokawan. Ponokawan itu semacam TKI di tanah Mak Cik. Abdi. Pembantu. Atau batur yaitu ''pangemBATing catUR''. Maksudnya tempat juragan curhat. Juragan saye Raden Arjuna namanya. Aliasnya ya Ndoro Permadi. Sekarang awak sedang risau, Mak Cik. Ndoro Permadi curhat dan ngomel-ngomel terus. Pak Cik Permadi berkate, Presiden SBY lembek, memble. Berhadap-hadapan dengan Malaysia Presiden SBY tidak menjunjung harkat dan martabat kedaulatan Indonesia. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
AREA 85 Karena Engkau Pernah Tersenyum di Sana.... |
|
Ditulis Oleh Sudjiwo Tedjo
|
|
Rabu, 25 Agustus 2010 |
|
Diunggah Oleh ARAGOS Mustahil suatu hal terjadi atau berlangsung hanya karena satu sebab. Rasanya dalil ini juga berlaku jika sebuah tempat mengesankan kita. Tak mungkin kita mengenangnya hanya lantaran satu sebab, misalnya lantaran tempat itu legendaris. Sebelum tol Jakarta-Bandung selesai, semasih jalur Puncak nyaris menjadi satu-satunya cara orang-orang Jakarta melintas ke Bandung, Istana Cipanas berkali-kali tampak. Apakah peristirahatan presiden dan para tamunya itu mengesankan? Belum tentu. Lain halnya jika seseorang pernah memasuki istana dengan taman belakang yang luas itu, dan di sana pernah bertemu orang yang dicintainya. Mungkin juga sambil iseng-iseng bermain saksofon di halaman rumput itu sebagai ungkapan cinta. Istana Cipanas lantas menjadi sangat memorable. Ya, selalu ada banyak sebab selain karena istana tersebut legendaris sebagai tempat peristirahatan presiden yang setara Istana Tampak Siring di Bali |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wayang Pasir "PANDAWA BANGUN NEGERI" |
|
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
|
|
Kamis, 26 Agustus 2010 |
|
Wayang Pasir dengan Dalang SUJIWO TEJO dan seniman lukis pasir FAUZAN Pada Perayaan Ulang Tahun BNI46 ke 64. JCC, Jakarta. (Diunggah oleh ARAGOS) Video Clip  |
|
Selengkapnya...
|
|
|