Sindo

Pesta Suhu, Pesta (Pemanasan Semesta)

3,501 Views

Hehe…Lagi ribut-ribut soal global warming ya? Seandainya judi tidak dilarang, saya brani taruhan deh, gak lama lagi orang akan melupakan soal Pesta alias pemanasan semesta itu.

Kurang gencar kayak apa coba dulu kampanye pencegahan dan penanggulangan AIDS. Tetap aja Baby Jim Aditya sampai sekarang termehek-mehek menganjurkan orang-orang pakai kondom di wisata seks jalur Pantura.

Jangankan sekarang. Ketika kampanye penanganan AIDS sudah surut. Waktu masih gencar-gencarnya saja, kompleks-kompleks wisata seksual masih ramai. Hotel-hotel dan tempat-tempat bilyar serta panti pijat tetap dipenuhi perempuan pekerja seksual.

Lalu dalam skala lebih kecil, soal rokok di kawasan Jakarta. Ketika awal-awal Pak Sutiyoso, gubernur ketika itu, mengeluarkan peraturan larangan merokok di tempat umum, wah…tempat-tempat umum bersih dari asap rokok.

Di televisi kerap saya lihat orang-orang yang kena teguran karena merokok di tempat umum seperti bus.

Sekarang tempat-tempat umum di Jakarta mulai penuh asap rokok lagi. Beberapa kafe yang semua menutup bagian smoking area, kini mulai membuka lagi lagi area tersebut.

***

Orang cepet lupa. Itu sudah pasti. Siapa nama Jaksa Agung sebelum ini, belum tentu kita ingat. Di sektor lagu-lagu dangdut, kita mungkin cuma kenal Rhoma Irama.

Sesungguhnya ada banyak banget penyanyi yang top-top di lapangan dangdut. Tapi ya itu, manusia cepat banget lupa. Ona Sutra misalnya, yang pernah top dengan lagu Bola, belum tentu orang ingat.

Soal pemanasan semesta, kayaknya juga bukan sekarang-sekarang aja rame. Pernah tahun 70-an soal ini diramaikan. Seingat saya Suzana (bintang horor belakangan ini) pernah memainkan film Bumi Makin Panas.

Isu global warming sekarang juga akan mengalami hal yang sama, mudah dilupakan orang. Agar orang tak mudah lupa, agar bumi tak makin panas, mungkin caranya terus-menerus dihembuskanlah isu itu. Tapi kitanya capek gak kampanye gratisan sepanjang waktu?

***

Mau gak saban hari kita bilang ke tetangga atau keluarga, “Kurangi dong jumlah pembilasan ketika mencuci baju, jadi bilas saja seperlunya…”.

Saya takutnya sampeyan bosen bilang kayak gitu. Wong demen rawon aja kalau tiap hari makan rawon jadinya juga males. Untung masih soal nyuci baju. Kalau soal cuci-mencuci rambut? Kita bisa didamprat, “Enak aja bilas secukupnya, kalau gue ketombean emang elo yang nanggung?”

Mau gak saban hari berpetuah, hematlah air. Perabotan dapur cuci saja dengan air bekas cucian sayur-mayur. Penggelontor WC jangan diambil dari air bersih, tapi dari air bekas mandi.

Jangan mencuci mobil dengan air bersih. Cuci mobil cukup dengan air bekas cucian yang lain aja.

Wuah, repot. Terutama yang paling repot adalah yang terakhir itu, soal mobil. Lha, cuci mencuci kendaraan termasuk sepeda motor sekarang jadi bisnis yang lumayan kok. Tenaga kerja yang terserap juga lumayan. Kalau seorang pelanggan tahu mobilnya dicuci cuma dengan dua ember air itupun air bekas cucian, dia bisa meninggalkan tempat cuci mobil itu. Muncul lagi pengangguran.

***

Capek atau tidak orang-orang itu berkampanye penanggulangan pemanasan semesta ini, yang penting kita mesti menghargai apa yang sedang dan sudah mereka lakukan saat ini.

Indy Barends punya motto untuk masyarakat Indonesia. Katanya gini, ‘MAU MATI CEPAT ATAU HIDUP LAMA?’. Hehehe itu artinya bagi kita yang tidak perduli dengan kondisi lingkungan alam, suatu saat kalau alam rusak kita juga yang
kena. Kalau alamnya cepat rusak, kita juga yang cepat mati kan?

Cara ngatasin itu?
Saya juga melakukan campaign, di dalam keluarga saya sendiri sih.
Hehehe…terutama kepada suami dan anak, selalu saya tekankan untuk tidak boros listrik. Terutama AC dan alat2 elektronik. Mungkin sepertinya efek yang saya dan keluarga hasilkan itu kecil bagi dampak global warming, tapi saya rasa, sekecil apapun, tetap saja mempunyai pengaruh bukan?

Konkretnya?
Ya…dulu di ruang tamu kami, setiap hari, dari pagi sampe sore itu dipasang AC dalam ruangan. Tapi sekarang AC itu kami matikan. Diganti kipas angin….
Hahaha… panas sih.. tapi mau gimana lagi. Kalau panas paling kita masuk ke kamar aja, ngadem di kamar. Yang paling rewel sih anak saya yang baru berumur 4 tahun. Dia suka nangis kalau kepanasan. Tapi ya.. itu tadi. Kalau dia kepanasan, langsung saya bawa dia masuk kamar yang ber-AC

***

Lain Indry lain Nicholas Saputra.

Apa yang Nico lakukan untuk membantu mengatasi fenomena global warming?
Sebagai pemain film dan public figure, saya terpanggil juga untuk berbuat sesuatu yang bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya kita menjaga lingkungan. Secara pribadi, saya ikut terlibat dalam satu organisasi NGO yang memperhatikan permasalahan lingkungan ini. Saya juga menjadi salah seorang pemain dalam film dokumenter yang menceritakan tentang pentingnya konservasi lingkungan.

Kalau secara pribadi sehari-hari?
Hmm.. kalau sehari-hari saya paling menghemat bahan bakar kendaraan. Istilahnya ngirit bensin.

Gimana caranya?
Tentunya bukan ngirit ketika kita memang lagi butuh berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk pekerjaan kita. Tapi misalnya kalau kita lagi mau pergi jalan-jalan dengan teman2 kita, kita mungkin bisa kumpul di satu tempat atau kumpul di salah satu rumah teman kita, lalu kita pergi bareng bersama teman dengan satu mobil saja. Gak usah semuanya bawa mobil. Biasanya saya begitu. Memang lebih repot sih, tapi demi…

Dan juga, saya rasa kita naik mobil yang cc-nya kecil aja kali. Saya rasa kalau yang tinggal di kota Jakarta, mobil dengan 1500 cc sudah cukup loh, bisa cepat juga, tapi gak boros banget. Kalau yang cc-nya besar, pasti boros banget tuh bensin. Sayang juga kan. Lagian buat apa naik mobil boros2 gitu. Saya sih lebih baik gak de.

Kalau di rumah, ini off the record ya… kita ganti lampu kita dengan lampu pijar yang watt-nya jauh lebih kecil… Memang sih harganya lebih mahal. Tapi kalau memang itu bisa mencegah pemakaian listrik yang banyak kenapa tidak. Dan juga. Matikan lampu sebisanya kalau kita pergi dari rumah. Masih banyak kan, masyarakat kita yang lampunya dinyalain kalau pergi dari rumah.

(Dimuat di harian Sindo, tanggal 2 November 2007)