AREA 2009 - 2010

AREA 67 Yuk Makan-makan, Lupakan Tinja

3,980 Views

TejomusikMengapa kita suka lupa parkir mobil di mana? Ini terutama kalau di basement. Mungkin karena tempat parkir level berapa pun suatu bangunan nyaris sama. Pas parkir, kita tidak punya orientasi khusus. Rasa koordinat khusus tentang titik keberadaan mobil kita juga ndak ada. Ruangan serupa semua. Bingunglah kita mencari-cari mobil pas mau pulang. Bahkan kalaupun kita hafal level basement-nya.

Tapi mengapa tahun ini kita ingat Chris John, juara dunia tinju dari Indonesia? Karena pada dasarnya kita semua senang aduan. Aduan sapi, kambing, babi, ayam, dan lain-lain. Jangkerik pun kita adu. Kita juga senang bertaruh. Olahraga seperti sepakbola dan tinju sangat mungkin menjadi ajang pertaruhan. Tapi mungkin juga karena prestasi “The Dragon” ini sangat luar biasa. Sejak tahun 2003 mengalahkan Oscar Leon di Bali, praktis petinju ini tak pernah kalah.

Jadi apa yang sesungguhnya bisa membuat kita tidak lupa sesuatu? Orientasi atau rasa senang kita akan sesuatu? Sukar menjelaskan orientasi ruang yang mana yang bikin kita tak melupakan Manohara maupun Miyabi di tahun ini. Tapi kesenangan kita melihat tangis orang lain bisa menjelaskan mengapa Manohara pernah bikin beberapa tabloid dicetak ulang berkali-kali. Selanjutnya ini bisa menjelaskan kenapa kita sulit melupakan kasus bendungan Situ Gintung maupun gempa di Sumatera Barat.     Lebih dari kesukaan kita memandang kecantikan seseorang adalah kegemaran kita melihat tangis seseorang. Karenanya tahun ini kita juga akan sukar melupakan Bu Minah, yang dihukum gara-gara “cuma” memetik tiga biji kakao. Kita tahu, karena usianya yang telah lanjut, Bu Minah tidak bisa dibandingkan dengan Manohara. Tapi keduanya menimbulkan tangis.

Lantas hubungan Maria Ozawa alias Miyabi dengan tangis apa?

Tidak ada hubungannya dengan airmata. Tapi blasteran Jepang-Bule ini punya kaitan dengan sesuatu yang sifatnya seksual. Itu pula yang bikin kematian Michael Jackson sukar dilupakan. Raja pop ini, melalui suara dan gerakannya di panggung, telah menjadi simbol seks dunia sekaligus erotisme dunia.

Jawaban tentang landasan ingatan ya tetap dua hal itu, kesenangan dan orientasi. Makanya untuk mencapai lokasi sarang-sarang hitam seperti mafia dan tempat penculikan, mata kita ditutup. Tahu jalan-menuju sesuatu, tahu orientasi. Seseorang akan makin gampang mengingat-ingat sesuatu itu. Seseorang yang tahu jalan menurunkan dalil Phytagoras, akan makin lengket ingatan tentang dalil tersebut. Jauh dibanding yang sekadar hafal tanpa tahu dari arah mana dalil itu dirumuskan.

Selain kesenangan dan orientasi, dendam juga membuat kita susah melupakan sesuatu. Agar diingat ibu-ibu, daripada memuji karena saking banyaknya orang yang sudah memuji, katakan saja dia gembrot. Ibu-ibu itu akan mengingat dirimu karena dendam sepanjang masa.

Ingatan kita pada Syeh Puji, kasus Cicak dan Buaya tahun ini lebih banyak didasari oleh dendam ini. Bagaimana tidak dendam, di zaman serba susah seperti ini tiba-tiba ada orang demonstratif memamerkan kekayaannya. Bagaimana tidak nempel di benak, wong sebagian besar manusia terutama ibu-ibu sangat benci pada cicak. Tepatnya geli karena warna kulit bagian bawahnya. Lalu benci dan selanjutnya bisa jadi dendam.

Tapi kok menurut saya sumber ingatan tetap hanya dua hal, kesenangan dan orientasi. Senang memelihara dendam, makanya jadi selalu ingat sesuatu yang kita dendami. Kenapa kita tidak belajar pada kasus tinja. Kita jijik, benci dan mungkin sebangsa dendam melihat tinja. Tapi kita sering melupakan itu. Makanya kita bisa makan-makan dan haha-hehe…