Album Pada Sebuah Ranjang

Gugur Bisma

10,878 Views

PENGANTAR:

Bisma adalah Kakek Pandawa sekaligus Kurawa.
Dalam Baratayudha ia secara fisik memihak Kurawa meski hatinya di pihak Pandawa.
Kesaktian Bisma adalah hanya bisa mati atas kemauannya sendiri.

Ia gugur oleh Srikandi, yang disusupi arwah Dewi Amba.
Amba adalah kekasih Bisma yang batal menikah karena, demi Ayahnya, Bisma bersumpah selibat…
“Bisma tersenyum melihat Amba pada diri Srikandi” ..

Salam Sujiwo Tejo

GUGUR BISMA

(Pada kancah Baratayuda
Pada kancah perang besarmu hari ini
Bisma, jiwa besar pada sekeping kaca
Setiap saat Engkau berkaca.. GUGUR)

Kang pungkasan pitungkase kang masmu
Kandaku kang pegat pegat tan biso runtut
Kanthi muncrate getih pating deleweran
Dadaku kang kejet kejet tan biso muwus *)

Usai usiamu kasihku t’lah usai
T’lah usai senang
T’lah tuntas perang
Usai semesta rasa
Semesta duka lara
Usai sudah suka duka
Kacakan kacau wajahmu berkaca
Di mataku yang
Mataku berkaca kaca
Kalau t’lah lelah dan kau terlampau
Berkilauan luka
Kupangku kau kan kupangku

*)  Yang terakhir pesan kakanda, kekasih
Pesan yang patah patah
tak bisa tuntut
Dengan Darah yang muncrat dan leleh di sekujur badan
Dadaku tersengal sengal
tak bisa lagi berkata-kata


DEATH OF BISMA

(On the Baratayuda’s front
On the front of your great war today
Bisma, A great soul on a piece of mirror
Every moment look at yourself … Killed in a battle)

Thus ends your days my love, has ended
The happiness has ended
The war is over
Thus ends the entire feelings
The entire  painful sorrows
Thus ends happiness and sorrows

Reflect terribly your face reflects on the mirror
In my eyes
In my tearful eyes
You are tired and exhausted
your wound glittering
I hold you you will be on my lap

*) My love, here is my closing message
The broken message
Entangled
With blood splash out and melting all over my body
My chest is breathing heavily
unable to spell any word