Blog

Lautan Tangis…Lautan Tangis…Lautan Tangis

26,038 Views

ST4DC2Teman-teman, jika pun revolusi sudah saatnya harus terjadi, mari kita berdoa agar peristiwa itu berlangsung dengan sangat damai dan indah. Dan sehabis itu kita dapat bersekolah dan kuliah dengan lebih tenang, karena para orangtua lebih leluasa mecari membuat dan mencari lapangan kerja. Anak-anak kecil kembali riang di atas-atas pematang sawah dengan matahari pagi yang syahdu.

Jika pun harus terjadi, sehabis revolusi yang berlangsung damai dan indah itu kita tak perlu terlalu pusing jika ada sanak-famili yang sakit, karena negara turut menanggung setiap warganya yang menderita. Biaya rumah-rumah sakit tidak semengerikan bagai sekarang. Harga rumah terjangkau karena government akan memperhatikan betul papan sebagai kebutuhan dasar warganya.

Kesempatan melakukan usaha-usaha kecil makin terbuka, karena bank-bank tak boleh lagi hanya mengucurkan kredit pada pengusaha-pengusaha raksasa. Pasar-pasar tradisional kembali hidup. Spirit dan energi kita kembali berkobar, seiring dengan kembalinya kita kelola secara mandiri batu bara, gas, minyak dan lain-lain.

Saya undang kalian semua sesama bangsa yang bisa kita sebut keluarga, untuk mengunjungi lagu “Lautan Tangis”. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah turut menyebarkan info ini melalui milis, FB dan lain-lain jejaring internet. Liriknya begini:

Berlayarlah di laut, laut keringat kami
Tertawalah di laut, laut keringat kami
Berselancarlah di laut, laut keringat kami
Berpesiarlah di laut, laut keringat kami…

Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Menderap langkah, merapat barisan
Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Berat kita junjung, ringan kita jinjing
Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Berlumur keringat dan airmata….

Berlayarlah di lautan airmata kami
Tertawalah di lautan airmata kami
Berselancarlah di lautan airmata kami
Berpesiarlah di lautan airmata kami

Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Amuk kita timbun, munjung bagai gunung
Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Amuk kita tunda, gunung tak meletus
Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Sejak dulu nahan, sejuk bagai gunung

Pesta poralah di gunung kesabaran kami
Dansa dansilah di gunung kesabaran kami
Injak injakkan kakimu di gunung kesabaran kami
Buang botol-botol minummu di gunung kesabaran kami

Bersabar, bersabar, sampai habis sabar
Sabar jadi riak, riak jadi ombak
Bersabar, bersabar, sampai habis sabar
Gunung pun bergetar, laut bergelora
Bergelora-gelora, bergunung-gunung ombak
Gulungan gelombang keringat dan airmata

Hati hati jangan kau terlena di laut keringat kami
Hati hati jangan kau haha hihi di laut keringat kami
Awas awas awas di gunung kesabaran kami
Mawas mawas dirilah di gunung kesabaran kami

(Sujiwo Tejo, Lagu Lautan Tangis, album Presiden Yaiyo)