Thanks berat buat teman-teman yang telah berinisiatif bikin domain ini, tanpa saya minta. Sesungguhnya sudah lama saya pengin punya yang gini-gini ini. Tujuan, ya ngobrol ma teman-teman, orang-orang yang care kepada lagu-lagu tanah air, orang-orang yang peduli pada sastra-sastra tradisi tanah air…pendeknya orang-orang nggak biasa dan biasanya agak aneh di lingkungannya…lingkungan orang-orang yang kelihatannya tak sadar bahwa logika dan cita rasanya telah dibentuk oleh logika dan cita rasa Amerika maupun Eropa.

Kolonialisme secara fisik telah tak ada. Tapi orang-orang itu pergi dengan meninggalkan Bank Sentral di masing-masing negara yang tetap bisa dikendalikan dari sono. Soeharto jatuh karena Bank Sentral. Saya kira Gus Dur juga dimainin oleh Barat melalui Bank Sentral. Tapi kita semua lupa bahwa selain Bank Sentral, kolonialis itu juga meninggalkan cita rasa manusia di bekas-bekas jajahananya. Cita rasa dan estetika itu sedemikian sehingga orang-orang Indonesia merasa aneh terhadap nada-nada pentatonis khas Indonesia. Tari modern dance ala sono jauh lebih marak ketimbang remo, beskalan, srimpi, saman dan lain-lain.

Saya, seperti Anda, sudah pasti tidak anti Barat. Tapi sudah pasti saya tidak terima kalau potensi-potensi kesenian lokal di berbagai suku kita pora-poranda, teronggok tak berguna, karena kiblat kita tanpa sadar sudah Eropa dan Amerika.

Biarlah domain ini jadi semacam ajang, untuk setidaknya menunda kekalahan dan remuk redam bangsa ini khususnya di sektor estetika. Mungkin sudah nasib jadi bangsa yang kalah, gamelan dan sebagainya akan punah. Tapi, setidaknya, dengan domain ini, kepunahan itu dapat kita tunda beberapa waktu.

Salam, Sujiwo Tejo