Wayang Twit

Wayang Twit: #ilirilir dan #tafsirilir

5,974 Views

STcartoon1Ilir-ilir,, ilir-ilir tanduwe wus sumilir

Kang ijo royo-royo ta’ senggo penganten anyar

(Ketika baru terlahir, suasana seperti pengantin baru)
Cah angon, penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekno kanggo masuh dodotiro

(gembala, panjatlah pohon blimbing itu, buat membilas kainmu)

Dodotirooo kumitir bedah ing pinggir

Dodomono dlumantono kanggo sebo mengko sore

(kainmu sobek jahit dan tisiklah buat hadap nanti senja)

Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane

Yo surako surak horeee..

(mumpung masih ada ruang dan waktu sebelum disembahyangkan)

Tafsir ilir-ilir:

“Ooo, lihatlah kelahiran bagai hijau tetumbuhan yang meriap-riap menyongsong fajar.. gairah.. gairah.. gairah…”

“Gembala, khalifah, panjatkan doamu, panjatlah belimbing itu… belimbing seginya lima, raihlah yang lima fakor itu…”

“Licin-licin panjatlah pohon belimbing itu, itung-itung bisa sekalian membilas pakaianmu yang kotor oleh debu-debu kehidupanmu…”

“Tapi kini kainmu sobek, saking semangatnya kamu memanjat…

Jahitlah,, tisiklah sebagaimana rapikan mumpung senja belum menjemputmu..”

“Mumpung masih ada ruang dan waktu, dijahit sobek kembali… seperti orang mandi… berdebu lagi… mandi lagi…”

Itulah ilir-ilir yang konon dibikin oleh Sunan Klijaga… buat menjaga Jum’at kalian hari ini…

Ilir-ilir bagi aku adalah contoh lagu rohani yang bagus, tanpa ada kata-kata tentang Tuhan sama sekali, sehingga orang Islam bisa nyanyi, Katholik, budha, dll…