AREA 2011 - 2012

AREA 128 Datangi Jugalah Dirimu Sendiri …

5,816 Views

TejomusikSaya punya teman. Orang Yogya. Dia tak saja pernah mengunjungi air terjun Niagara. Bahkan eloknya ladang-ladang anggur di antara Niagara-Toronto pun ia kenal dan hapal dengan sangat baik. Tapi ia tak pernah tahu air terjun Sri Gethuk di sekitar kotanya, Gunungkidul. Mendengarnya saja mungkin baru dari saya.

Saya pun punya teman. Orang Jakarta. Setiap liburan ia melancong bersama keluarganya ke mana-mana. Ia pernah BBM-an dari kota eksotis Alexandria Mesir persis sebelum revolusi terbaru berlangsung di negeri Piramida itu. Terus ke wilayah antara Laut Hitam dan Laut Tengah. Dia ke Konya, ke makam sufi abad ke-13 Jalaluddin Rumi di Turki. Lalu ke India. Rusia…

Ah hampir seluruh belahan dunia…

Liburan tahun ini waktu mereka habiskan di menjelang Kutub Utara. Saya dioleh-olehi mereka topi koboi dari Alaska. Seneng juga sih saya, tapi di Indonesia sendiri mereka tahunya cuma Bali. Ke Tana Toraja, ke Danau Toba, Bunaken, Telaga Tiga Warna dan lain-lain mereka tak pernah pergi.     Jenis manusia macam apakah mereka?

Tertulis di halaman-halaman depan buku The Secret yang terkenal karya Rhonda Byrne: Seperti di atas, begitu juga di bawah. Seperti di dalam, begitu juga di luar …

Jadi, apakah teman-teman saya tadi diam-diam termasuk penghayat tulisan kuno di batu emerald berukir tahun 3000 Sebelum Masehi itu? Buat apa capek-capek mengunjungi dalem. Toh mengunjungi luar sama saja hakikatnya dengan mengunjungi dalam?

Sebagai warga Jakarta, buat apa capek-capek mengunjungi kampung tua Betawi di Rawa Belong dengan pasar bunganya yang asyik itu, kawasan di Kebon Jeruk yang pernah terkenal dengan jawaranya seperti Si Pitung dan Mat Item itu?

Sebagai warga Jakarta, buat apa capek-capek ke wisata air di Setu Babakan dengan rumah-rumah dan gapura khas Betawi yang masih kental? Atau ke Rumah Si Doel di Tanah Tinggal dan di Condet?

Sebagai warga Jakarta, buat apa susah-susah berpesiar di Kampung Si Pitung atau Kampung Marunda, tepatnya di Jalan Kampung Marunda Pulo, Jakarta Utara?

Camkan: … seperti di dalam, begitu juga di luar

Dengan sering berkunjung ke luar, ke menara Eiffel, gunung Fuji maupun Angkor Wat, sebenarnya orang Jakarta sama saja dengan mengunjungi rumah joglo di Lebak Bulus milik Leksmono Santosa.

Romantisme Eiffel dan kemagisan Angkor Wat esensinya bisa kita dapati pula pada ukiran kayu rumah joglo tersebut lengkap dengan perabotnya. Mungkin bisa pula sensasi serupa muncul ketika kita berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta sembari praktek membuat batik. Sensasi yang sama mungkin bisa kita alami dengan praktek membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta.

Liburan toh sama dengan usaha penyembuhan atau setidaknya pemulihan jiwa. Seringkali untuk usaha tersebut para sahabat menyarankan kita untuk mendatangi pemuka agama dan psikolog.

Pernahkah Sampeyan mendengar saran, “Tapi selain mendatangi pihak luar seperti tokoh agama dan psikolog, kamu juga harus mendatangi dirimu sendiri.”