AREA 2009 - 2010

AREA 81 Festival Harian Kesenian Kota

4,495 Views

TejomusikBanyak sekali kata-kata yang kesannya kita udah sama-sama ngerti padahal mungkin makna itu belum kita sepakati beneran. Kata “cinta” salah satunya.

Apakah cinta itu kedok kebencian? Atau di dalam cinta sebenarnya terkandung kasih-sayang dan pendaman dendam, sehingga dahulu Diana Nasution mempopulerkan Benci tapi Rindu?

Kata “kesenian” yang kerap disebut-sebut sebagai ekspresi cinta pun seperti itu. Hampir seluruh manusia sepakat Oh My Love-nya The Beatles itu kesenian, sebagaimana Melati dari Jayagiri-nya Iin Bimbo dan lain-lain. Tapi apakah seorang perempuan yang tengah malam tersedu sendirian di antara gerimis lampu stopan Ibukota bukanlah suatu kesenian?     Apakah yang disebut kesenian hanyalah bentuk-bentuk ungkap manusia yang dipentaskan di tempat-tempat khusus untuk kesenian termasuk gedung bioskop? Misalnya berbagai macam ekspresi sejak bentuk ungkap lagu, rupa, tari, sastra dan sebagainya yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta menyongsong Jakarta Anniversary Festival VIII 2010 tanggal 2-4 Juli lalu?

Saya sempat menyaksikan beberapa di antara mata acara itu, salah satunya Sendratari Adeging Mataram. Tampil antara lain mantan model Dani Dahlan. Ia menari dan menyanyikan tembang tradisi. Apakah hanya cetusan dan luapan rasa seperti ini yang disebut kesenian? Bukankah kita telah setuju pula bahwa sepakbola, khususnya yang diperagakan oleh orang-orang Amerika Latin macam Brazil dan Argentina adalah kesenian juga?

Ketika suatu saat Pramono Anung dalam teater saya pasangkan dengan Yenni Wahid dan Happy Salma, di belakang panggung Wakil Ketua DPR ini bilang, politik ternyata kesenian juga. Pram ketika itu semakin yakin, seperti pernah ditulis para ahli, politik adalah seni memainkan kemungkinan-kemungkinan.

Dan setiap menyinggung soal kesenian, selalu saya tergoda oleh ungkapan Siti Asasin dalam drama Panembahan Reso karya Rendra. Tokoh pembunuh profesional itu mengaku pekerjaannya adalah kesenian juga. Ia pembunuh, memang, tapi ia bersedia menewaskan target hanya jika caranya indah. Taruhlah kesempatan untuk membunuh itu sedang ada, Siti Asasin tak akan mumpang-mumpung begitu saja menjalankan aksinya jika ia yakin bahwa pembunuhan pada momen itu tak akan berlangsung indah.

Kesenian ada di mana-mana dan sehari-hari. Bukan berarti Jakarta Anniversary Festival tak penting. Saya salut pada Mas Bambang Subekti, Direktur Gedung Kesenian Jakarta sebagai salah satu penyelenggaranya. Festival yang ditutup oleh musikal Jakarta Love Riot dari EKI Dance Company ini tetap penting untuk menampilkan jenis-jenis ungkapan yang pada umumnya sudah diakui sebagai bentuk ungkap kesenian.

Saya cuma ingin mengajak kawan-kawan agar tak menutup mata pada kesenian yang berlangsung sehari-hari di luar panggung kesenian. Ketika di House of Betari Sri di Kemang nonton bareng final Piala Dunia Belanda-Spanyol, tuan rumah Mbak Sri Teddy Rusdi secara terpisah mengundang karibnya, Ahmad Dani dan Maia, pasangan musisi yang telah bercerai itu.

Pertandingan Senin 12 Juli pukul 1.30 dini hari itu sudah dimulai. Semua mata hadirin ke arah layar besar di depan. Tapi saya lebih senang memperhatikan mata Maia yang berkaca-kaca, menerawang ke belakang-atas, ke arah balkon. Di pagar balkon itu menyembul anak-anak Maia yang ingin melihat ke layar pertandingan. Mereka tak tahu bahwa ibunya ada di bawah dan sedang memperhatikan mereka. Dani belum kelihatan. Perempuan ayu ini terus memandangi anak-anaknya yang kini diasuh oleh ayahnya. Maia terus berkaca-kaca.

Bagi saya peristiwa dini hari usai gerimis ini sangat mengharukan, sebagaimana seharusnya disajikan oleh setiap kesenian yang luhur.