AREA 2007 - 2008

Ruang yang Akrab Anak

4,157 Views

Saya tak terlalu paham arsitektur macam mana yang bisa akrab dengan anak-anak. Gambar-gambar dan interior buat anak-anak, mungkin saya agak mengerti.

Misalnya warna-warna ruangan di restoran-restoran cepat saji, yang biasa dipakai buat acara ulang tahun anak-anak.

Ya kira-kira kayak gitulah warnanya. Semacam warna-warni yang acap disajikan di teve, sebut diantaranya “Vision Baby”.

Bangunan – bangunan untuk orang-orang dewasa yang bermasalah, saya malah lebih ngerti dikit-dikit, umpamanya buat pemakai kursi roda.

Pada zaman Gus Dur jadi presiden, mungkin karena ibu negara saat itu memakai kursi roda, maka banyak arsitektur yang memberi hak pula pada pengguna kursi roda.

Stasiun-stasiun kereta api dan trotoar mulai pakai jalur-jalur kursi roda. Begitu pula di tempat-tempat umum lainnya seperti ruang makan.

Apakah agar arsitektur dan tata kota kita kembali akrab dengan anak-anak, maka presidennya harus anak-anak?

Rasanya itu tidak mungkin. Masih lebih mungkin mengganti menteri pemberdayaan perempuan yang senantiasa dijabat perempuan, dengan laki-laki. Alasannya, agar kebijakan-kebijakan soal perempuan juga bisa menjaga perasaan laki-laki.

Tapi mengganti presiden orang dewasa dengan anak taman kanak-kanak memang agak mustahil. Pengganti Benazir Bhuto, politisi Pakistan aja, meski anak-anak, umurnya udah 17-an tahun.

Yang paling mungkin adalah meminta presiden untuk selalu memperhatikan anak-anak, sehingga arsitektur dan tata kota akan memperhatikan anak-anak pula. Seperti banyaknya jalur kursi roda di ruang publik saat kepemimpinan Gus Dur.

Paling saya ingat soal arsitektur anak adalah jangan memasang kunci kamar mandi terlalu rendah yang bisa terjangkau anak. Ini berbahaya, anak kecil bisa terkunci di kamar mandi.

Paling yang saya ingat tentang arsitektur yang akrab dengan anak, bahwa belum lama ini ada anak kecil yang meninggal, setelah jatuh dari lantai 2 gedung walikota Padang.

Kita memang perlu tinjau diri lagi soal kebijakan arsitektur dan tata kota.

(Dimuat di rubrik ‘Frankly Speaking’ AREA 30, tanggal 10 Mei 2008)