Wayang Twit

Wayang Twit: #Savitri

5,044 Views

STcartoon1Betapa cantiknya Dewi Retno Savitri.. gabungan berbagai kecantikan dunia.. matanya seperti Marilyn Monroe, bibirnya Angelina Jolly. Bagong menyela, “ Ya, kecantikan Dewi Savitri campur aduk dengan perempuan dunia,, alisnya yang kiri kayak Dewi Sandra, yang kanan kayak Sandra Dewi, heuheuheu..”

Inilah Wayang twit.. wayang tanpa gamelan.. tanpa layar.. layar dan gamelannya adalah rasa sumpek karena kecewa pada keadaan sekitar. Mungkin juga rasa sumpek pada pasangan hidupmu. Semua membentangkan layar imajinasi dalam dirimu. Itulah layar dan musik wayang twit. Semua orang perlu keluar dari rasa sumpek itu. Pergi ke taman-taman,, ke langit,, ke pantai,, bisa juga ke wayang twit tentang Dewi Savitri yg tangguh.

Cerita perempuan tangguh, Dewi Savitri ini diangkat berdasarkan request dari semua tweeps. Tapi, cerita tentang perempuan tangguh, Dewi Savitri ini akan diawali dengan Yamadipati.

Yamadipati adalah anak Semar dari Dewi Kanastren yang bertugas mencabut nyawa, bersemayam di kayangan Yomaniloka alias Neraka Jahanam. Tidak ada pekerjaan lain dari Yamadipati selain mencabut nyawa orang,,saking sibuknya mencabut nyawa orang sampai lupa mencabut nyawa sendiri.

Yamadipati memiliki paras setengah raksasa, sangat jelek! ga ada lucu-lucunya..! (coro saja masih ada lucu-lucunya..). Yamadipati sama sekali tidak ada lucu-lucunya. Maka, mudah diduga bahwa tak ada seorang perempuan pun yang mau mengintili Yamadipati,, karena ga ada lucu-lucunya,, babar blas! Tak heran jika seorang perempuan cantik bernama Savitri membuntuti Yamadipati. Dewa Maut ini menjadi luluh! “Ooo, Savitri… Retno Savitri..”

Betapa cantiknya Dewi Retno Savitri.. gabungan berbagai kecantikan dunia.. matanya seperti Marilyn Monroe, bibirnya Angelina Jolly. Bagong menyela, “ Ya, kecantikan Dewi Savitri campur aduk dengan perempuan dunia,, alisnya yang kiri kayak Dewi Sandra, yang kanan kayak Sandra Dewi, heuheuheu..”

Maka Savitri nyaris menjadi satu-satunya perempuan wayang yang merdeka. Biasanya perempuan dalam wayang dijodohkan dan terima beres.

Dunia kaget! Ternyata pilihan Savitri jatuh pada Bambang Setiawan, dari pertapaan Argakenanga, laki-laki yang ajalnya tidak lama lagi tiba..”Ooo hmm..”

Saking terenyuh dan kagumnya Dewa Maut Yamadipati pada Savitri, pada saat ajal, Yamadipati tak jadi mencabut nyawa Setiawan, suaminya..

Yamadipati: “Savitri, silakan ajukan apa saja permintaanmu, aku akan nego sama dewa-dewa lain untuk kabulkan, asal jangan pembatalan kematian.”

Retno Savitri: “Hamba tak minta pembatalan, hamba minta penundaan barang sejam dua jam. Izinkan kami ngencuk suami istri.”

“Hamba ingin berolah asmara dengan suami hamba, Setiawan, andon katresnan. Melakoni ulah kridaning priyo wanodya, Pukulun Yamadipati, dan hamba ingin punya 10 anak dalam sekali ngencuk.” kata Savitri.

Angin meniup daun-daun mahoni, akasia dan bunga tanjung di pekarangan Savitri, dan sesuai janji, Yamadipati mengabulkan permintaan Retno Dewi Savitri.

Setelah pergentyotan Savitri dan suaminya berlangsung, dalam tubuh Savitri terkandung 10 janin. Dewa Maut Yamadipati siap-siap mencabut nyawa suaminya. Yamadipati mencabut nyawa Setiawan dengan iringan lagu “Kematian” Rhoma Irama,, ”suaatu saat pasti kan dataaaaang…”

“Adegan ngetyoot aku tulis pake “y” supaya gak direcokin adik balita dan rombongannya… lagu adegannya…Mandi Madu,, basah basah..”

Setiawan sudah mati.. Yamadipati pergi,, tapi Savitri terus membuntutinya,, bahkan sampai jauh.

Di bawah pohon kenari, Yamadipati berhenti, “Savitri..kenapa kamu cukup kuat,tabah dan sabar mengikuti langkahku..? ini sudah jauuuuh”

Savitri: “karena hamba kagum pada Pukulun. Izinkan hamba mengikuti dewa yang sangat tampan.”

Yamadipati: “Ah..yang bener..? Jiancuk, aku jelek kok”

Savitri: “Ganteng atau jelek seseorang tergantung pada yang hati melihatnya.”

Savitri: “Bukan naksir, Pukulun. Tapi hamba kagum kepada pukulun. Dewa sakti yang punya senjata pamungkas Kaladenda yang Dasamuka aja takut.. Tetapi, Pukulun tidak menggunakan Kaladenda itu pada Bambang Nagatatmala, waktu istri Pukulun selingkuh dengan putra Sang Hyang Antaboga itu. Bahkan Pukulun menyerahkan istri Pukulun, Dewi Mumpuni, kepada Nagatatmala… Banyak yang bilang istri Pukulun takut melihat wajah Pukulun.”

Yamadipati meneteskan air mata. Hmm.. mungkin untuk pertama kalinya dewa bersosok raksasa mengerikan itu menitikkan air mata, saat mendengar apa yang Savitri katakan.

Yamadipati: “Hmm…Savitri..air mataku menetes perlahan ya? Hmm.. Kamu sangat setia kepada suamimu, Setiawan. Berbeda dibandingkan dengan istriku.. Hmm..”

“Kamu berbeda dibanding istriku, Dewi Mumpuni, wahai Savitri.. Kini mintalah satu hal lagi padaku yang pasti aku kabulkan..!!” tambah Yamadipati.

Savitri meminta agar Setiawan, suaminya, dihidupkan kembali. Karena ke-10 anaknya kelak perlu figur ayah yang tidak bisa tergantikan laki-laki lain.

Kisah Savitri ini juga tergambar dalam relief Candi Penataran dekat Blitar.

“Savitri tak saya bikin minta 100 anak seperti di pakem, karena menurut Bung Karno..10 org saja..asal njancuki..bisa mengubah dunia!!!! “

END