Blog

Drama-Wayang Semar Mesem 17 November (4)

5,610 Views

ST4DC2Soal dana pementasan Drama-Wayang Kontemporer Semar Mesem 17 November di Gedung Kesenian Jakarta, kelihatannya sudah mulai dapat titik terang. Aku, Presiden Yaiyo, bikin pameran lukisan semuanya soal Semar di Jepara Executive Lounge Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta, sampai Senin tanggal 5 November besok (tiap 10 am-10 pm). Hadir pada acara pembukaan tanggal 1 November kemarin, antara lain Yenny Wahid, yang kemungkinan akan main juga dalam teater dengan musik campuran band jazz-gamelan 17 November itu nanti.

Dapet titik terang, karena 1-2 lukisan sudah mulai ada yang tertarik. Melihatnya lama banget. Ya mudah-mudahan bukan lama melihat lukisan itu karena bengong, tapi karena sedang mempertimbangkan untuk beli atau tidak. Hehe…Kalau mereka jadi beli, wah sehabis pameran Semar 5 November nanti aku udah bisa full konsentrasi nyiapin naskah, nyiapin latihan pemain, nyiapin kemungkinan-kemungkinan bentuk setting panggungnya dan lain-lain. Aku sudah bisa janji ke calon-calon penonton. Kira-kira akan kayak apa bentuk dan isi Drama-Wayang Kontemporer Semar Mesem 17 November di Gedung Kesenian jalan Pasar Baru itu, baik yang akan nonton sore pukul 4 (calon penonton yang kurang mengandung duit), maupun yang akan nonton malam pukul 7.30 (calon penonton yang sangat mengandung duit).

Lewat forum ini Presiden Yaiyo juga mengucapkan terima kasih kepada Calon Presiden Wiranto, yang telah membuka resmi pameran dan pemusik Viki Sianipar yang mengisi pembukaan dengan piano. Juga makasih kepada tokoh-tokoh yang bersedia hadir meski Jakarta waktu itu dilanda hujan dan macet total di beberapa tempat. Mereka antara lain ekonom Hartojo Wignjowijoto, pengacara Mario Bernardo dari Hotma Sitompoel & Associates, Pak Dedi Panigoro, Anto Baret dari Kelompok Pengamen Jalanan, Sastrawan Yanusa Nugroho, Pemimpin Gedung Kesenian Jakarta Marusya Nainggolan, Dirut BUMN Rekayasa Industri Hengki Triharyo, budayawan Romo Muji Sutrisno, Sutradara/koreografer Rusdy Rukmarata, temen-temen pers, temen-temen dari Eksotika Karmawibhangga Indonesia dan ikatan alumni Ludruk ITB. Termasuk teman-teman dari Teater Universitas Dr Mustopo beragama.

Makasih juga kepada mereka yang batal datang dan sms karena tiba-tiba ada urusan mendesak. Pengamat seni rupa Jim Supangkat mendadak mesti ke Yogya, Agus Dermawan T tiba-tiba harus melayat teman di Surabaya, pelukis Astari Rasjid belum bisa pulang dari urusan kerjaan di Bali. Dan lain-lain.

Lewat forum ini, saya juga mengundang temen-temen, yang sedang baca tulisan ini, untuk datang melihat pameran di Balai Kartini itu. Saya akan sering ada di situ, sambil main musik, karena sepanjang pameran lukisan, keadaan di lingkungan itu akan diisi musik. Aku akan main musik. Kita bisa kenalan dan ngobrol-ngobrol, eh tapi minumannya, kalau pesen, bayar sendiri ya…hehehe….mampus aku kalau disuruh mbayarin semua yang dateng.

Aku juga seneng, kalau kalian datang ngajak Oom, tante, bokap, nyokap dan para kenalan yang suka mengoleksi lukisan. Siapa tahu mereka beli. Aku bayarin deh minuman kalian kalau kolega yang kamu bawa itu beli lukisan Semarku hehehe…Ya aku pasti akan seneng, karena kalau lukisan ini laku semua maka pementasan Drama-Wayang Kontemporer Semar Mesem 17 November akan benar-benar terjadi, orang Malaysia menyebut benar-benar berlaku. Nggak ada duit sih tetap berlaku. Tapi ada duit Drama-wayang Semar Mesem akan berlaku lebih baik lagi.

Oya, Bintang Indrianto, pemain bas, mengusulkan pentas full band di seharian pada penutupan pameran 5 November di Balai Kartini itu. Kalau jadi, ntar aku kabari lagi. Dateng ya. Thx.